Sabtu, 09 November 2013

Tulisan 2 ( KURANGNYA PEMANFAATAN ENERGI PANAS BUMI DI INDONESIA )


Pemanfaatan energi panas bumi di Indonesia boleh dibilang masih sangat minim. Berdasarkan artikel yang saya baca di Tajuk.co, Indonesia baru memanfaatkan 5% panas bumi dari total potensi yang mencapai 29 GW di seluruh Indonesia (Tajuk.co).

Padahal kalau bisa dimanfaatkan sepenuhnya, dapat dipastikan energi geothermal ini mampu menggantikan energi minyak bumi yang kita tahu ketersediaannya semakin sedikit.
Memang teknologi untuk memanfaatkan panas bumi yang dimiliki Indonesia belum terlalu canggih. Tapi kedepannya pasti akan lebih baik agar riset, pembangunan fasilitas pembangkit listrik tenaga panas bumi, dan hal lain yang dibutuhkan agar mempercepat pembangunan.

Dengan energi panas bumi, kita bisa menciptakan energi yang ramah lingkungan. Karena energi ini berasal dari bumi dan dikembalikan lagi ke bumi. Tidak ada polutan yang dihasilkan. Kalaupun ada, tidak terlalu banyak.Apalagi di Indonesia masih cukup banyak pembangkit listrik yang menggunakan energi fosil sebagai bahan bakar untuk menggerakkan turbin. Sedangkan industri membeli bahan bakar tersebut tanpa subsidi oleh pemerintah. Bisa dibayangkan mahalnya biaya yang harus dikeluarkan.

Berbeda dengan panas bumi. Semua dijalankan dengan uap yang dihasilkan dari pemanasan air oleh magma yang ada di dalam perut bumi. Dan uap yang sudah digunakan akan dikembalikan lagi ke perut bumi dalam bentuk cair.
Hal ini akan menghasilkan siklus yang artinya ketersediaan uap akan selalu ada. Selama air dan magma masih ada, selama itu pula uap akan terus ada.
Oleh karena itu, sudah seharusnya Indonesia lebih memfokuskan untuk mengembangkan energi panas bumi ketimbang energi fosil. Dengan potensi yang sebanyak itu, saya yakin semua wilayah di Indonesia akan terang. Itupun belum ditambah dengan energi lainnya.
Kesimpulan :
Dengan energi panas bumi, kita bisa menciptakan energi yang ramah lingkungan. Karena energi ini berasal dari bumi dan dikembalikan lagi ke bumi. Tidak ada polutan yang dihasilkan. Kalaupun ada, tidak terlalu banyak.Apalagi di Indonesia masih cukup banyak pembangkit listrik yang menggunakan energi fosil sebagai bahan bakar untuk menggerakkan turbin. Sedangkan industri membeli bahan bakar tersebut tanpa subsidi oleh pemerintah. Bisa dibayangkan mahalnya biaya yang harus dikeluarkan. Oleh karena itu, sudah seharusnya Indonesia lebih memfokuskan untuk mengembangkan energi panas bumi ketimbang energi fosil. Dengan potensi yang sebanyak itu, saya yakin semua wilayah di Indonesia akan terang. Itupun belum ditambah dengan energi lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar